Minggu, 18 Februari 2018

lub dub bunyi jantungku…


Bunyi jantung adalah suara yang dihasilkan dari denyutan jantung dan aliran darah yang melewatinya. Disebut juga denyut jantung. Untuk memeriksanya digunakan stetoskop.

Bunyi jantung dibagi menjadi bunyi jantung normal dan patologis yang mengindikasikan suatu penyakit. Bunyi jantung dikenali sebagai lub dan dub secara bergantian. Bunyi murmur dihasilkan oleh turbulensi aliran darah di jantung. Stenosis merupakan penyebab dari turbulensi tersebut. Insufisiensi katup menyebabkan aliran darah berbalik dan bertabrakan dengan aliran yang berlawanan arah. Pada keadaan ini, murmur akan terdengar menjadi bagian dari tiap siklus jantung.

Normal jantung normal

Bunyi pertama, S1, disebabkan oleh penutupan katup atrioventrikular, yaitu mitral dan trikuspidalis, pada saat awal dari kontraksi ventrikel, atau sistol. Ketika tekanan ventrikel meningkat diatas tekanan atrium, arus darah vena tiba-tiba berbalik ke atrium, katup menutup dan pencegahan regurgitasi darah dari ventrikel kembali ke atrium. Bunyi S1 adalah gema dari darah yang dikaitkan dengan penutupan katub.

Bunyi kedua, S2, disebabajab penutupan katub aorta dan pulmonal pada akhir sistol ventrikularis, awal dari diastol. Ketika ventrikel kiri kosong, tekandan jauh dibawah aorta, aliran darah di aorta berbalik ke ventrikel kiri dan dihalangi oleh penutupan katup aorta. Serupa juga dengan ventrikel kanan, ketika tekanan di ventrikel kanan menurun dibawah tekanan pulmonalis, katub pulmonalis menutup.

Bunyi jantung tidak normal

Bunyi murmur dihasilkan dari turbulensi aliran darah.

Regurgitasi katup mitral kebanyakan dikenal seperti murmur.

Stenosis katup aorta mengakibatkan peningkatan bunyi murmur sistolik.

Regurgitasi pada katup trikuspidalis dan pulmonal biasanya tidak menghasilkan bunyi murmur.

Bunyi murmur lainnya diasosiasikan denga pembukaan yang tidak normal dari ventrikel kiri dan kanan atau aliran darah balik dari aorta dan arteri pulmonalis yang menyebabkan tekanan jantung menurun.